ASSALAMMUALAIKUM

Minggu, 03 Februari 2013

Tentang Zona Nyaman


Belakangan aku banyak bersyukur. Bersyukur karena di hidupku, Allah senantiasa menanam benih bahagia yang tumbuh subur.  

Aku bahagia punya keluarga yang lengkap. Seorang Bapak yang selalu berusaha terlihat sangar, padahal semua orang tahu kalau beliau adalah orang sabar. Seorang Ibuk yang paling perkasa di dunia, yang selalu berhasil memerintah anak-anaknya. Adik lelaki yang bisa dijadikan adik sekaligus kakak, serta adik perempuan yang aku sendiri sangat iri padanya dalam beberapa hal.  Meskipun kami tak tinggal di istana, tapi cukup ada di antara mereka bisa membuat aku merasa sangat bahagia. Sangat bahagia.

Aku bahagia punya teman-teman yang istimewa. Beberapa di antara mereka menjadi sosok-sosok teristimewa. Mereka adalah orang-orang yang ntah karena apa bisa membuat perasaanku berwarna-warni setiap hari. Aku tidak hanya merasakan bahagia bersama mereka. Kadang aku kecewa, kadang aku terluka, sesekali aku merasa mereka dan aku benar-benar berbeda. Tapi beberapa waktu kemudian, kecewaku, lukaku, perbedaanku, pergi. Sesaat setelah mereka kembali masuk ke sini. Ke hati. Dengan hanya mengetikkan cerita tentang mereka pun bahkan bisa membuatku tersenyum sendiri. Masa-masa ini pasti akan sangat kurindukan, nanti.

Aku bahagia punya seorang kekasih yang penuh cinta. Kita baru sebentar bersama, tapi dia yang berhasil menyakinkanku bahwa masih ada cinta di dunia. Cinta. Sempat aku menutup rapat mata, hati, pikiran, dan apapun yang bisa ditutup untuk cinta. Intinya aku mungkin terlalu trauma untuk kembali berhubungan dengan cinta. Hingga orang ini tiba. Orang yang menunjukkan padaku bagaimana seharusnya memperjuangkan cinta. Orang yang menunjukkan padaku bagaimana rasanya dimanjakan oleh perjuangan cinta. Orang yang membuatku kembali jatuh cinta. Orang yang bila orang lain sebut namanya selalu akan kuhubungkan dengan cinta.

Begitu banyak bahagia dalam hidupku. Begitu banyak bukti Allah menyayangiku. Begitu banyak alasan untukku selalu berterimakasih pada Allah, Tuhanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar