ASSALAMMUALAIKUM

Minggu, 22 April 2012

Unbelieveble Pecel Bu Pin

Well, I'm typing in a very horrible mood. But don't worry guys, whatever will be will be. I'm just stay cool to tell you my GREAT DAY. Kali ini karena ini bakal di copas sama  Bapak Mizbah jadi gue nulisnye agak formal ye... buat bapak mizbah, kalo ada yang perlu ditambah kurang, silahkan.

Jumat, 20 April 2012 kemarin aku dan tim mengikuti BLC (Business Legacy Competition) yang diadakan oleh Universitas Petra Surabaya. Pada kompetisi ini kami diminta untuk memilih satu UMKM menengah ke bawah untuk dibantu agar berkembang. Syarat utamanya adalah pemilik UMKM harus memiliki nilai-nilai Petra yaitu LIGHT (Love, Integrity, Growth, Humility and Truth). Dan kami memilih UMKM Warung Pecel Bu Pin

Tim yang terdiri dari Andreas Ricardo, Puspita Kurnia Sari, Chusna Faiza, dan aku sendiri Rika Oktania Sari ini tidak pernah membayangkan akan lolos sebagai Grand Finalis. Pengumuman yang awalnya terjadwal tanggal 19 April ternyata diumumkan 18 April malam. Dan kami memiliki waktu satu hari saja untuk membuat presentasi yang akan dilombakan tanggal 20nya. Hari Kamis (19) kami habiskan di JW Caffe untuk membuat presentasi. Kami membagi tugas, saya dan Andreas konsentrasi kepada ppt untuk bahan presentasi. sedangkan Pipit dan Chusna berkonsentrasi pada produksi display produk berupa sambel pecel untuk dibawa ke Surabaya. Rencana bisnis kami ialah memproduksi sambal pecel Bu Pin dalam kemasan dan kami beri 3 varian rasa (manis, pedas, ekstra pedas) serta 4 aroma (udang ebi, kemangi, bawang putih dan original). Dengan rasa dan desain kemasan yang unik, kami harapkan bisa menggebrak dunia persambel pecelan. 
desain produk bu pin

Pagi sekali sekitar jam 5 pagi, kami berangkat ke Surabaya dengan mobil. Dengan berbekal motto 'No Over Confident' kami tidak terlalu berharap menjadi juara. Tekat kami adalah melakukan apapun yang terbaik, optimis boleh asal jangan berlebih supaya tidak sakit sekali jika gagal. Bayangkan kami adalah satu-satunya sekolah negeri yang masuk final, tim lain berasal dari SMAK Petra 5 Surabaya (2 tim) dan SMAK Dempo Malang (2 tim). Berbekal laptop yang berisi materi presentasi dan 3 bungkus sambal pecel rasa ebi, kemangi dan original kami melangkah pasti memasuki Universitas Petra. Tidak banyak persiapan untuk latihan berbicara. Jalani sajaaa. Kami mendapatkan undian tampil yang terakhir. Sedikit merasa 'berbeda' dari segi warna kulit tidak membuat kami kemudian berkecil hati.

Dan yang dinantipun tiba. Saatnya kami berpresentasi di depan juri yang merupakan orang-orang yang sudah ahli di bidan bisnis. Kami berpresentasi selama 15 menit dengan 'alhamdulillah' lancar. Dan yang membuat kami sempat terharu adalah sambutan juri yang sangat excited. They said we were the most well prepared team. Oh God... can you feel how nice is it? Intinya ketiga juri merasa proposal kami harusnya bukan jadi sekedar proposal, tapi juga harus benar-benar diwujudkan. 

Setelah 30 menitan di dalam ruang presentasi, kami diminta menunggu keputusan juri sembari makan siang. Di saat makan siang dan games panitia memanggil kami dan mengajak kami ke ruang juri. Hati kami mencelos, kenapa harus dipanggil? yang lain tidak kan? Ternyata tim juri ingin tahu lebih banyak lagi tentang usulan bisnis kami ini. Dengan suasana yang lebih santai kami pun menceritakan detail ide ini dengan enteng dan blak-blakan. Sempat ada juri yang ingin berinvestasi. haha. 

Singkat cerita diumumkan juaranya. Kami tetap tidak ingin berharap terlalu banyak. Meskipun serentetan pujian oleh juri dan panitia sempat membuat kami besar kepala. But it has not end yet. Juara 3 SMAK Dempo dengan tema Kompor Jarak. Juara 2 SMAK Dempo dengan tema Tas, dan juara satu SMA NEGERI 2 KEDIRI DENGAN TEMA SAMBAL PECEL BU PIN. That was unbelievable words. Are they kidding us? Oh...... And Yes. We got it. Bahagia setengah tak percaya. Lomba yang cepat, dan tepat sasaran, juara. Saya khususnya merasa sangat aneh, lomba yang bahkan orang tua saya pun tak tahu saya ikut bisa menang. Padahal sebelumnya lomba-lomba ekonomi yang saya ikuti gagal semua. 
Intinya : Saat menghadapi lomba, jangan terlalu optimis. Kamu boleh percaya diri, asal tidak berlebih. Karena apapun juka berlebih akan menyakiti.

pecial thanks for :
Bu Lilik
Patria Ali Saputra
Bapak Sopir
Keluarga Pipit
Ibu Kos Chusna 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar